Pemilu...Dilema?

Eh…eh…eh…lately baru nyadar kalau bulan April ntar udah pemilu lagi…

Bukannya gak ngeh [gimana gak ngeh, kalau sepanjang jalan udah ada spanduk2 caleg, spanduk2 partai (and it’s funny to know kalau banyak bermunculan partai-partai baru yang *sorry* IMO namanya aneh…Partai Peduli Rakyat Nasional? Hati Nurani Rakyat?)], tapi gw kira klo pemilu itu at least masih 6 bulan lagi!

And once more, gw dihadapkan lagi ke fakta kalau gw gak suka-gak doyan-gak minat-gak-niat dengan pilih2-coblos2-dan (saat ini) contreng2!

Eh, tapi katanya MUI ud mengharamkan golput yah? Ihk, koq bisa haram sih? Aneh deh!
Toh, klo golput itu emang haram…koq gak dari dulu2 ngeluarin what-so-called fatwa itu? Selama ini kemana aja?

They say…
“Kenali orang dan partai nya sebelum memilih”

I say…
“Gimana bisa kenal?, paling yang dikenal itu cuman artis2 yang ikut nimbrung! Itu juga cuma kenal nama+wajah+acting…should I type it again?
A.C.T.I.N.G.
They’re pro at it, and then…how could we know if he/she/they really mean a nice change or just an act biar dapat penghasilan tambahan? Toh, klo mereka itu banci tampil…hey, lembaga Negara itu bukan panggung pertunjukan…sono ke Broadway aj!


Also, gw udah terlanjur muak dengan semua hal yang bersangkutan dengan politik dan birokrasi. Gw heran, orang Indonesia koq gak kapok2 dibo’ongin?


My dear friend told me, “klo gw sih milih yang cakep ajah…terserah kinerja ntar bagus apa gak, yang penting cakep dah, apalagi klo pakaiannya ud rapi jali!” And I was like, “gila, gimana klo semua orang berpikiran sama dengan mahluk yang satu ini?”. Again she said, “Notice gak sih? Ada partai besar di Indonesia yang mostly isinya om2 cakep! Gw sih milih partai itu aja. Kan seru klo pejabat pemerintahan itu cakep2, bisa fokus klo do’i ngasih pidato or whatever!”. Dan gw cuma bisa ngelus dada…[nih cw, asal laki dewasa aj langsung panggil om]

Again masalah haram2-an…
Klo gak milih…haram…jatoh nya dosa!
Trus klo gw milih which is gak sesuai dengan hati nurani gw (cuihh, ngomong apa?), membohongi diri sendiri itu apa gak dosa?
Mending klo milih cuman satu kali, nah ini, pemilihannya bisa berkali kali...klo semuanya gak ikut milih, dapet combo dong dosanya?

My friend, Cun, told me a few years ago, “tinggalkan hal yang meragu-ragukan, Zul!

Jadi ingat... "bagai rujak buah simalakama saus mengkudu", dideketin aj gak niat [secara bau !] apalagi mau dimakan...ihk, kelaut gih, narik kabel OSP Submarine [biar Ujung Pangkah-Bawean-Takesung bisa nge-link] !


Zul, April depan udah ada list dosa? Yang bener aj!

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda